Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2016

Pulanglah

Degup jantungku masih sulit aku biasakan. Dia berdetak jauh lebih cepat. Dadaku naik turun, nafasku terguncang. Sedang mataku meluruhkan air mata tanpa paksaan. Bukan karena putus cinta. Bukan pula karena terselingkuhi. Ini karena rindu juga kesal pada seseorang yang jauh di kota sebrang. Ini adalah bulan ke-4 setelah ia terlelap tanpa kabar. Sabarku sudah sulit aku redam. Mungkin ia lelah karena memikul rindu yang tak jua padam. Entah berapa pesan yang aku kirim. Entah seberapa banyak pula panggilan yang aku lakukan. Janjimu, pada saat itu "Aku akan menemuimu setiap malam sabtu pada akhir bulan" lalu kamu menggenggam tanganku kuat-kuat. Tersenyum dan menatapku dalam-dalam, lalu memeluk erat penuh harapan. Aku ingat benar bagaimana lengkungan hangat senyumanmu kala itu. Namun, semua perlahan buram pun suram. Terasa pahit jika apa yg selama ini kita lalui harus berujung pada ketidakpastian yang menyakitkan. Apa kamu tau rasanya dikecewakan? Bagaimana tidak, kamu menghilang ta...