Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

Pahit

Kalo nanti udah saatnya aku dipertemukan sama jodohku, aku bakalan bilang "kamu harus janji kalo nanti kita punya anak, jangan keras seperti ayahku. Jika kamu salah, akui saja. Jangan malah menyalahkan orang lain. Tolong, lembutkan suaramu dan redam amarahmu jangan seperti ayahku yang melulu membuat ibu menangis. Jika aku salah, tegur aku pelan-pelan, jangan bentak aku hingga menangis" Dan aku akan belajar seperti ibu, selalu kuat dan tegar. Sosok yang selalu terlihat baik-baik saja meski dibalik itu semua aku tau; ibu menangis. Aku gatau lagi harus cerita sama siapa. Saat ini aku ngerasa gapunya siapa-siapa. Gapunya temen gapunya orang yang bisa aku bagi tentang beratnya hidup. Tapi aku sadar, hidup harus kita telan pahit manisnya alur. Jangan bergantung pada siapa pun. Aku harus kuat, aku harus bisa, demi mama.

Ikhlas yang sulit

Malam dipenghujung bulan kali ini aku diterpa duka yang tidak biasa. Mata yang lagi-lagi sembab dan melulu luruh air mata yang tiada jeda untuk sekadar rehat. Jika saja ikhlas bisa aku beli, mungkin aku akan membelinya dengan cuma-cuma. hari-hari kemarin rasanya kita begitu hangat dengan banyaknya obrolan manis di antara jam malam. bertukar banyak obrolan yang lagi-lagi asyik untuk kita bahas hingga habis. memutarkan lagu-lagu sendu mendayu untuk diratapi makna sedihnya. ya, aku bahagia pada hari-hari itu. siapa sangka, seseorang yang lain tiba-tiba hadir tanpa permisi pada keadaan. bertanya perihal aku yang katanya sama-sama suka dengan kamu yang terlihat hangat. Masih banyak puisi yang belum sempat aku bagi. Rasanya baru kemarin kita bertukar bacaan, sekarang kita sudah berjauhan. Aku harap kita tetap menjadi seperti dulu, meski harus sedikit tenggang sebab kamu yang ternyata memiliki kekasih diam-diam. Kali ini aku harus belajar ikhlas perihal kehilangan dari yang dicinta....