Malam dipenghujung bulan kali ini aku diterpa duka yang tidak biasa.
Mata yang lagi-lagi sembab dan melulu luruh air mata yang tiada jeda untuk sekadar rehat.
Jika saja ikhlas bisa aku beli, mungkin aku akan membelinya dengan cuma-cuma.
hari-hari kemarin rasanya kita begitu hangat dengan banyaknya obrolan manis di antara jam malam. bertukar banyak obrolan yang lagi-lagi asyik untuk kita bahas hingga habis. memutarkan lagu-lagu sendu mendayu untuk diratapi makna sedihnya. ya, aku bahagia pada hari-hari itu.
siapa sangka, seseorang yang lain tiba-tiba hadir tanpa permisi pada keadaan. bertanya perihal aku yang katanya sama-sama suka dengan kamu yang terlihat hangat.
Masih banyak puisi yang belum sempat aku bagi. Rasanya baru kemarin kita bertukar bacaan, sekarang kita sudah berjauhan. Aku harap kita tetap menjadi seperti dulu, meski harus sedikit tenggang sebab kamu yang ternyata memiliki kekasih diam-diam.
Kali ini aku harus belajar ikhlas perihal kehilangan dari yang dicinta. Merelakan ia pergi untuk menemui apa yang sudah menjadi haknya.
Sesuatu yang sulit telah aku lakukan. Melepas sesuatu yang aku kira adalah yang terbaik. Tidak apa-apa, menghargai perasaan sesama wanita bukankah baik? Aku mengerti bagaimana rasanya harus berpisah sebab ada orang lain yang baru. Bahagialah.
Mata yang lagi-lagi sembab dan melulu luruh air mata yang tiada jeda untuk sekadar rehat.
Jika saja ikhlas bisa aku beli, mungkin aku akan membelinya dengan cuma-cuma.
hari-hari kemarin rasanya kita begitu hangat dengan banyaknya obrolan manis di antara jam malam. bertukar banyak obrolan yang lagi-lagi asyik untuk kita bahas hingga habis. memutarkan lagu-lagu sendu mendayu untuk diratapi makna sedihnya. ya, aku bahagia pada hari-hari itu.
siapa sangka, seseorang yang lain tiba-tiba hadir tanpa permisi pada keadaan. bertanya perihal aku yang katanya sama-sama suka dengan kamu yang terlihat hangat.
Masih banyak puisi yang belum sempat aku bagi. Rasanya baru kemarin kita bertukar bacaan, sekarang kita sudah berjauhan. Aku harap kita tetap menjadi seperti dulu, meski harus sedikit tenggang sebab kamu yang ternyata memiliki kekasih diam-diam.
Kali ini aku harus belajar ikhlas perihal kehilangan dari yang dicinta. Merelakan ia pergi untuk menemui apa yang sudah menjadi haknya.
Sesuatu yang sulit telah aku lakukan. Melepas sesuatu yang aku kira adalah yang terbaik. Tidak apa-apa, menghargai perasaan sesama wanita bukankah baik? Aku mengerti bagaimana rasanya harus berpisah sebab ada orang lain yang baru. Bahagialah.
Comments
Post a Comment