Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Sedikit bercerita banyak lukanya --

Perlu kamu ketahui. Aku pernah menggantungkan sebuah harapan padamu. Aku pernah menceritakan tentangmu pada temanku. Aku pernah memprioritaskanmu dalam membalas pesan. Aku pernah berpuisi perihal pertemuan kita. Aku pernah terhibur karena humormu. Aku pernah merasa nyaman sebab perhatian hangatmu. Sebelum akhirnya .. Aku harus menerima. Bahwa aku mulai dilupakan olehmu Karena harus tergantikan oleh seseorang yang jauh lebih pandai membuatmu merasa bangga untuk dimiliki. Tanpa kamu tahu dan sadari. Ada wanita yang tercabik pedih harus menerima sebuah patahan-patahan hati yang harus ia pungut dan rapihkan sendiri. Ada kesesakan dalam dadanya, menahan tangis juga pilu yang begitu menderu hebat. Aku sadar. Ini salahku.  Dengan mudahnya bersandar dengan nyaman, sampai aku lupa untuk tahu diri. Terlalu cepat bagiku untuk menggantungkan harapan yang akhirnya harus gugur karena tak lekas disambut tuannya. Maafkan aku. Jika cerita ku selalu membosankan. Obrolanku sel...

"Kala Puan bercerita pada Tuan perihal Malam yang pilu"

Jika malam ini ada ketukan Maka bukalah kedua matamu Sertakan secangkir kopi Lalu ajaklah ia berbincang Tapi jika ketukannya beribu Sepertinya ia pilu Habis berjuta cangkir pun Ia tak akan mengerti dengan rasa yang mengganggu Perlu kau tau, Tuan ... Diantara kopi juga pilu nan alur yang semu Ia sembab dan hanya sisihkan gelisah Mungkin begini keluhnya Beribu rasa sakit namun tanpa darah Berjuta iri pada Matahari yang kian selalu mengikuti para hamparan awan yang berlari dengan sejuta mimpi Bermilyar detik yang ia sesali akan tiada cahaya saat ia kembali Dan bertrilyun nafas yang mati saat ia terjaga di gelapnya pagi Collaboration ryhme by Ink. Mavia. Art and Me - July 2017