Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2023

Sudut Bulan April

Dalam banyaknya narasi yang kerap ganjil, seseorang menemuiku ke sudut bulan April. Sore itu ditemaninya dengan gerak angin yang tenang, burung gereja yang memburu pulang, pun ilir mesra yang teduh juga indah. Kita berbincang tak habis-habis, dan aku masih saja tak lepas terpaku pada kehangatan yang kudekap sore itu; aku mengingat dengan sangat cerita yang sudah kau bagi padaku; aku bersumpah aku tak melewati sedikit pun setiap kalimatmu; aku lebih senang berlama-lama denganmu, merekam setiap tingkahmu, menghitung satu-satu gerat halus di wajahmu, menyelami bola matamu, dan mencubit tanganmu sesekali. ;tentu saja, aku sangat pandai merahasiakan kekaguman itu, ;sebab helainya kini sedang kurindukan dan sulit kuredam dengan apik. Kau pun seketika tak lagi banyak bicara, diam, dan sesekali memalingkan wajah itu. apa kita sedang merona berdua? atau jangan-jangan hanya aku saja? kemudian kita pulang dengan banyak monolog dengan tanda tanya. Mungkin aku 𝒋𝒂𝒕𝒖𝒉 𝒄𝒊𝒏...