Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

(Bukan) Melupakan

  Tidak ada yang berbeda Hidupku masih begini-begini saja Tidur, berkerja dan main game Tidak ada hal yang membuatku harus berlarut dalam kerisauan Karena nyatanya, menerima adalah jalan untuk melepaskan   Kata orang aku sedang galau Sedang dilanda pilu jua duka Nyatanya memang iya – sesunggunya Namun, bukankah ini adalah sebuah proses?   Aku tidak berusaha untuk melupakannya Tida membuang semua barang pemberiannya Tidak juga menghapus foto kebersamaan yang lampau   Bagiku, berusaha melupakan adalah hal yang menyakitkan Teringat sedikit lalu menangis sedalam-dalamnya Bukankah itu sangat mengerikan?   Cukup dengan menerima maka dengan sendirinya aku akan melepaskan Jatuh sehelai demi sehelai ingatan yang sudah menjelema menjadi kenangan Jika suatu hari nanti aku ingat lagi, maka aku tidak akan apa-apa Karena bagiku kamu adalah seseorang yang pernah mengajarkanku Bahwa perbedaan keyakinan adalah jarak paling jauh di an...

Usai

Kita saling menunggu, Saling menyimpan sesuatu Namun enggan memberitahu. Hingga pada akhirnya kita saling diam dalam sapaan. Rasanya, menunggu saja sudah cukup melelahkan. @yuliseeee Apalagi jika mengejar dengan arah yang entah akan berujung impas atau ikhlas. Atau mungkin kehilangan adalah jalan terakhir dari penantian? Kita yang selama ini nampak dekat nyatanya, aku tak pernah memiliki tempat. Sebab, aku tak memiliki kuasa untuk menjadi rumah dari segala pulangmu, Kuasaku hanya sebatas mendengarkan ceritamu saja, selebihnya kau bagikan dengan seseorang yang mungkin kau anggap segalanya. meski aku tahu; hanya aku yang memiliki perasaan ganjil ini, sendirian.  Entah apa kabar perasaanmu. Sebab aku takut untuk sekadar menerka prasangka perasaanmu.  Namun percayalah, aku sudah menyiapkan satu porsi tabah yang tak kalah besar dari setiap harapan yang aku dekap dalam-dalam. Selepas dari jarak yang memisahkan kita, kepala dan hatiku kini tumbuh layaknya hutan rimba yang dipenuhi be...

Akan aku antarkan rindu..

Akan aku antarkan rindu pada setiap mata angin yang menghanyutkan segala cemas. Ia mengendapkan segala rindu melalui doa, Pun ingatan yang menghantarkan pada pahatan rindu yang melebur begitu deras.   Pada mata angin yang riuh memeluk segala asa, Aku ingin menyelam pada ketiadaan yang riak meminta ketenangan. Aku amat menikmati rindu dengan segala ketidakmungkinan, Meski penuh dengan terkaan dan kenangan yang riak meminta pertemuan.   Akan aku antarkan rindu pada mata angin yang menghanyutkan segala prasangka. Perihal kita yang selalu bertaut pada setiap cinta yang pernah ada. Kepada kita yang kini sudah beralih menjadi sejarah penuh duka.   Pada doa di sepanjang malam ini, aku banyak mengisahkan tentang pertemuan Juga perpisahan antara aku dan kau yang kini sudah beralih menjadi asing. Dan aku dengan segala ingatan yang paling kuat,  perihal hari di mana kau memutuskan antara kita untuk selesai.  Aku mengingat seluruhnya dengan amat su...

Bukan untuk berhenti

Kalian pernah gak sih merasa sendiri? bener-bener sendiri? Padahal kita sadar, bahwa teman kita banyak, sangat banyak. Tapi, ada saat ketika semua itu mendadak menjadi nol. Fase ketika bangun tidur dengan banyaknya harapan, lalu terlelap tidur dengan banyaknya kesedihan. Usia yang sudah bukan lagi belasan, bukan lagi hanya untuk main-main, semua terasa jauh lebih berat pun menyesakan. Seperti ingin hilang lalu menguap begitu saja hahaha… menertawakan diri sendiri dari segala pilu yang sedang dihadapi. Kamu yang sedang pontang-panting mencari pekerjaan, aku paham bagaimana sulitnya menjadi sabar. Ketika hidup haruslah tetaplah berjalan dengan segala rupiah yang harus tetap ada. Kamu yang sedang patah hati, aku paham bagaimana rasanya tersakiti berulang kali. Kehilangan rasa percaya seketika, lantas mengulas luka yang amat nyata. Kamu yang sedang rapuh sebab ditinggalkan ayah atau ibu, tabahlah. Aku paham bagaimana rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang amat berarti untuk separuh...

Bandung dan ceritanya

Mari kita berbincang. Aku akan ceritakan Bandung kepadamu. Perihal hujan yang sederhana juga deras yang memikat. Terjebak berdua pun rasanya aku bahagia, sebab rintik yang jatuh akan menjadikan sejarah bagi kita. Masih dalam basah hujan, aku akan tetap berharap, kita akan terus seperti ini ; berdua. Entah hujan atau tidak.  Tidak lupa, aku akan hidangkan secangkir teh juga sepiring colenak tanpa gula, sebab dengan senyummu saja aku yakin diabetesku akan kambuh lagi.  Perlu kamu tahu, Bandung layaknya ibu. Bukan hanya tempat aku lahir juga berteduh, apalagi destinasi wisata sana sini. Bagiku Bandung adalah ibu yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan.  Ingatkah sejarah Bandung Lautan Api?  Para pejuang lebih memilih membumi hanguskan kota ketimbang harus menjadikan kotanya sebagai markas sekutu. Begitu cintanya mereka pada kota yang konon diciptakan oleh Tuhan kala ia sedang tersenyum.  Mari beralih dari sejarah.  Bandung dengan segala ruas jalan yang m...

Bertamu Membawa Pilu

Untuk kau yang pernah aku jadikan rumah, terima kasih telah singgah. Seharusnya aku sadar, seseorang yang masuk tidak melulu akan menetap lalu mengikat. Aku lupa, bahwa seseorang yang masuk bisa saja hanya ingin bertamu. Maaf, Jika hatiku sudah lanjur jatuh pada ramahnya ketukan pintu pun percakapan yang sangat hangat. Sebab itu aku mampu jatuhkan hati pada seseorang yang sudah menarik seluruh perhatianku sedari awal kita bertemu. Maaf, aku sudah lancang dengan menulis ini. Setelah obrolan panjang dan berjalan menelusuri sudut kota, aku pikir semua akan tetap baik-baik saja. Lepas dari sunyi paling berisik, kita tidak lagi pernah saling menemukan.  Aku mencarimu, dan kau tidak mencariku. Nyatanya, perpisahan kau ucapkan dalam percakapan usai kita berkelana hingga suntuk. Kau memang hanya ingin bertamu, namun ingatanku tentangmu menjadi salah satu eksistensi dalam rumitnya pikiranku. Kau selalu ada, tanpa jeda tanpa alpa.

Pernah

                                                                  @yuliseee Untuk kamu yang pernah ditinggalkan karena tergantikan. Untuk kamu yang pernah merasa cemburu tapi tak berhak. Untuk kamu yang pernah dianggap tidak pernah ada padahal selalu ada. Untuk kamu yang pernah merindukan seseorang yang bukan milikmu hingga rindunya kau pendam. Untuk kamu yang pernah dikecewakan oleh seseorang yang kamu percaya. atau apa pun itu, Menangislah hingga kau sembab, tidak apa-apa. menangis bukan suatu yang salah dan lemah. Sebab perihal perasaan, itu tidak mudah untuk dihadapi apa lagi kau anggap sebagai kebiasaan yang membuatmu harus tetap terlihat baik-baik saja. setelah itu, kau harus menyadari akan satu hal ; hargai dirimu sendiri. Jangan memperburuk keadaan dengan terus mengingat apa-apa yang telah pergi. Tuhan Maha Tahu, Dia...

Kamu yang fana

Pada sudut malam yang mulai senyap. Aku tidak bisa lagi menatap kepada kamu yang sudah tidak lagi ingin menetap.  Jika kau adalah angka pada delik jam, Maka aku tidak akan menemukan kau dengan nyata. sebab kau adalah angka fana tiga belas yang tidak akan kunjung nyata dalam harapan. Meski senja terus membaluti rindu yang kian tak pernah padam terus menanti seulas nama yang kian semakin tenggelam Semua hanya sekadar ilusi, tentang senyum milikmu yang terus menolak waktu untuk mempertemukan antara aku dan keraguanku. Kita banyak menelusuri kota dengan sepeda motor apa adanya melewati banyaknya bangunan berbagai rupa kita berbagi cerita dan berpapasan mata pada kaca  kau malu, aku pun malu lalu kita tertawa. ya, itu adalah masa lalu semua terbelenggu  dalam jiwa yang amat pilu harapan sudah menjadi semu tertanam lalu berlalu bahagialah kamu. Jika saja diperbolehkan, aku ingin menghilang dengan atau tanpamu di tempat pertama kita bertemu.

Pahit

Kalo nanti udah saatnya aku dipertemukan sama jodohku, aku bakalan bilang "kamu harus janji kalo nanti kita punya anak, jangan keras seperti ayahku. Jika kamu salah, akui saja. Jangan malah menyalahkan orang lain. Tolong, lembutkan suaramu dan redam amarahmu jangan seperti ayahku yang melulu membuat ibu menangis. Jika aku salah, tegur aku pelan-pelan, jangan bentak aku hingga menangis" Dan aku akan belajar seperti ibu, selalu kuat dan tegar. Sosok yang selalu terlihat baik-baik saja meski dibalik itu semua aku tau; ibu menangis. Aku gatau lagi harus cerita sama siapa. Saat ini aku ngerasa gapunya siapa-siapa. Gapunya temen gapunya orang yang bisa aku bagi tentang beratnya hidup. Tapi aku sadar, hidup harus kita telan pahit manisnya alur. Jangan bergantung pada siapa pun. Aku harus kuat, aku harus bisa, demi mama.

Ikhlas yang sulit

Malam dipenghujung bulan kali ini aku diterpa duka yang tidak biasa. Mata yang lagi-lagi sembab dan melulu luruh air mata yang tiada jeda untuk sekadar rehat. Jika saja ikhlas bisa aku beli, mungkin aku akan membelinya dengan cuma-cuma. hari-hari kemarin rasanya kita begitu hangat dengan banyaknya obrolan manis di antara jam malam. bertukar banyak obrolan yang lagi-lagi asyik untuk kita bahas hingga habis. memutarkan lagu-lagu sendu mendayu untuk diratapi makna sedihnya. ya, aku bahagia pada hari-hari itu. siapa sangka, seseorang yang lain tiba-tiba hadir tanpa permisi pada keadaan. bertanya perihal aku yang katanya sama-sama suka dengan kamu yang terlihat hangat. Masih banyak puisi yang belum sempat aku bagi. Rasanya baru kemarin kita bertukar bacaan, sekarang kita sudah berjauhan. Aku harap kita tetap menjadi seperti dulu, meski harus sedikit tenggang sebab kamu yang ternyata memiliki kekasih diam-diam. Kali ini aku harus belajar ikhlas perihal kehilangan dari yang dicinta....