Skip to main content

Pernah

                                                                 @yuliseee
Untuk kamu yang pernah ditinggalkan karena tergantikan.
Untuk kamu yang pernah merasa cemburu tapi tak berhak.
Untuk kamu yang pernah dianggap tidak pernah ada padahal selalu ada.
Untuk kamu yang pernah merindukan seseorang yang bukan milikmu hingga rindunya kau pendam.
Untuk kamu yang pernah dikecewakan oleh seseorang yang kamu percaya.
atau apa pun itu,

Menangislah hingga kau sembab, tidak apa-apa.
menangis bukan suatu yang salah dan lemah.
Sebab perihal perasaan, itu tidak mudah untuk dihadapi apa lagi kau anggap sebagai kebiasaan yang membuatmu harus tetap terlihat baik-baik saja.
setelah itu, kau harus menyadari akan satu hal ; hargai dirimu sendiri.

Jangan memperburuk keadaan dengan terus mengingat apa-apa yang telah pergi.
Tuhan Maha Tahu, Dia tidak serta merta memberikan pilu tanpa makna begitu saja.
Berbenahlah untuk segera bahagia dengan cara yang mungkin kamu lupakan sedari kemarin.

Jangan mengutuk diri sendiri dengan menyalahkan keputusan dimasa lalu, semua sudah terjadi.
Kamu hanya perlu belajar dan bangkit menjadi pribadi yang jauh lebih kuat.

meski mungkin, perasaan takut untuk kembali patah lalu jatuh akan terus memenuhi benak kepalamu.
lekas pulih untuk kamu, dari apa-apa yang sedang mengganggu. 
Semoga kamu bisa menemukan bahagia yang sesungguhnya pada dekat waktu ini.
Baik-baiklah dengan masa lalu. 

Salam hangat dari aku yang juga pernah patah lalu jatuh.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Memulai Kembali

Sadar atau tidak, kita seringkali diperbudak oleh pencapaian orang lain. Merasa harus lebih kuat lagi dalam bertahan, merasa harus lebih keras lagi dalam berjuang hanya karena kamu ingin seperti orang lain.  Ingat, jalan setiap orang itu berbeda. Jangan memaksakan diri sendiri untuk bisa mencapai tujuan kepada yang bukan dirimu yang sesungguhnya. Tidak usah terburu-buru dalam memutuskan pilihan, kau perlu untuk berpikir lebih panjang lagi. Jika kamu memutuskan sesuatu hanya karena melihat orang lain, kamu akan kelelahan dalam mengejarnya. Kamu akan kehilangan diri sendiri ketika sedang bersikeras. Pada akhirnya kamu akan merasa cemas dan tidak tenang. Menyalahkan diri sendiri karena akhirnya gagal lantas merasa kalah begitu saja. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan segala ambisi yang kau punya. Semua akan terlihat berantakan, semua akan berjalan terbata-bata. Jangan merendahkan dirimu sendiri, ya? Perlu diingat, kita ini manusia. Berusaha adalalah tugas kita, sisanya adalah bagi...

Perjalanan manusia seperempat abad

Pada perjalanan manusia yang semakin dewasa , katanya kita akan semakin sering melalui hal-hal pahit sendirian. Berdampingan dengan banyaknya sesak yang menumpuk di ambang malam hingga pagi menjelang. Perihal banyaknya mimpi yang gagal, harapan yang usang, pun realita yang semakin menyesakan. Ironisnya, orang dewasa seringkali dilarang untuk merayakan kesedihan dan kehilangan. Kita dipaksa untuk merayakannya sendirian di dalam selimut di kamar penuh kerahasiaan. “Mengapa harus menangis sendirian?” diriku berumur 7 tahun bertanya dengan lugu “Aku pernah membagi duka, namun dunia malah menghakimi. Katanya, luka mereka lebih menganga ketimbang luka yang kumiliki”. Aku di umur 7 tahun, tak pernah berpikir bahwa menjadi manusia dewasa akan seberat ini. Menganggap gagal hanya untuk bisa menjadi manusia yang sesungguhnya. Gagal dalam mencapai harapan yang dulu kita cita-citakan. Merasa tertinggal dari banyaknya pencapaian orang-orang pada umumnya. Pada deretan angka yang semakin ber...

Semoga

"kok makin tua makin berat ya rasanya?" hidup emang udah kaya komedi putar, naik turun tanpa jeda. Dari segala pikulan masalah yang kau tanggung, ada banyak tepukan semangat dari orang-orang sekitar. "yuk bisa yuk? tetep kuat dan berjuang. Semangat, ya!" mereka menyemangatiku dan membiarkanku berjuang sendirian tanpa peduli bagaimana kondisiku setelahnya.  Untuk kamu yang sedang berusaha mengupayakan segala duka pilu dan beban yang lanjur kalut, beristirahatlah... Sejenak kau ambil waktu, melihat ketenangan dari belah matamu yang akhir-akhir ini terlihat sendu.  Dengarkan lagu-lagu tenang yang mungkin akan membawamu dalam kedamaian.  Setelah itu, kamu boleh kembali pada realita. Kembali dengan dirimu yang jauh lebih baik dari ini. Ingat, kamu hanya perlu menjadi diri sendiri dengan terus bertumbuh lebih baik lagi. Kita hidup untuk diri kita sendiri, selebihnya untuk mereka yang tetap ada bersama kita bagaimanapun keadaannya. Bukan egois, tapi seringkali kita diperbu...