Skip to main content

Posts

Showing posts from 2024

Ternyata, aku adalah salah satu pilihan

Dulu kamu pernah bilang “Kalo ada yang lebih baik dari aku, sama dia aja gapapa” makanya aku coba untuk membuka hati untuk yang lain. Meskipun hasilnya nihil, aku akan tetap membukanya.   Hingga pada akhirnya malah kamu yang lebih dulu punya pilihan lain selain aku dan aku pura-pura ga tau. Sekarang kamu bilang “kasih aku kesempatan sekali lagi” “aku pastikan cintanya setara” “ayo berjuang dari nol bareng-bareng” Tapi maaf, aku udah cape. Capee banget. Energiku rasanya udah terkuras dengan banyak hal yang terjadi selama kita kenal. Rasanya udah cukup aku ngerasain sakitnya sendirian hingga aku bertanya-tanya “apa aku tidak selayak itu untuk dicintai dan dihargai?” Ma, ternyata mencintai dan tidak dihargai itu rasa sakitnya membekas ya? Hingga aku takut untuk melangkah lagi. Ma, ternyata aku setidak layak itu ya untuk sekedar mendapatkan cinta yang setara?  Ma, jika saja aku bisa memilih kepada siapa aku bisa jatuh cinta. Aku ingin menaruh cinta ini sepenuhnya hanya kepadamu da...

Jadi, masih mau bertahan, kan?

Halo, apa kabar? Gimana hari ini? Seneng? Cape? Gak apa-apa, semua hal buruk yang kamu lewatin hari ini gak akan selamanya, kok. Cape? Istirahat, ya. Seandainya sekarang kamu lagi ngerasain sedih, marah, kecewa atau apapun itu, semuanya wajar. Kamu boleh nangis dan bersedih, tapi janji ya gak lama-lama?  Perlu kamu ingat, hidup tidak melulu tentang pencapaian, mendapatkan sesuatu yang kau inginkan tidak akan selalu bergaris pada harapan. Melainkan tentang bagaimana kamu bisa menerima, melepaskan dan mengikhlaskan. Meski hidup terbata-bata, semuanya akan terus berjalan, sayang. Kamu enggak harus berlari untuk mencapai garis itu. Pelan juga engga apa-apa, kok. Semua akan sampai pada waktu yang tepat.  Tanpa kamu sadari, dirimu sudah mencapai titik hebat di luar dugaanmu. Kamu bisa bertahan di titik ini, dan tidak mengambil langkah untuk menyerah. Selama ini, kamu hanya takut akan rasa kecewa karena garis-garis mimpi yang sudah kau susun bisa gagal seketika. Padahal, semua ketaku...

2020 Tahun Penuh Pelajaran Baru

Banyak sesak yang kita lalui, bahkan terlalu berat untuk kita pikul hingga sampai pada akhirnya kita bisa bertahan pada titik ini. Setiap manusia pasti memili titi terendahnya masing-masing. Titik terendah dengan versi dan porsinya tesendiri.  Begitu pun dengan titik terendahku, tahun 2020 adalah tahun penuh pelajaran baru. Tepat setengah dari tahun ini, bulan Juni. Aku harus melihat kedua orang tuaku terbaring di rumah sakit. Dari aku yang pertama kali mendonorkan darah untuk menyelamatkan bapak pra operasi. Dari aku yang hilir mudik mengurus administrasi rumah sakit sendirian dengan mata sembab pada tanggal 15 Juni 2020. Kamar mereka bersebelahan. Tapi, bapak gak tau bahwa pasien di kamar sebelah adalah istrinya. Berat rasanya, ketika harus berbohong pada bapak, kalo mama lagi istirahat di rumah karena kecapean aja. Padahal, mama lagi di rawat juga di sebelah. Tau gak sih rasanya harus makan dengan terpaksa biar diri sendiri gak ikutan sakit tapi pas nelen makanan rasanya tenggor...

Merayakan Kekalahan

Di dunia yang luas ini, entah kenapa aku harus mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. Nampak bodoh emang, tapi aku bisa apa? Menjatuhkan hati kepadamu bukan sebuah pilihan, sebab semuanya terjadi di luar kendaliku.  Aku mencintai segala rumit yang ada dalam kepalamu. Mencintai sesuatu yang tidak orang lain lihat dengan semestinya.  Sayangnya, aku tidak setabah itu dalam memahami kenyataan. Aku tidak sekuat itu untuk melihat nanar mata yang masih lekat menyimpan masa lalu. Kamu sudah melalui banyak hal, bertumbuh, hancur, lalu terbentuk lagi. Proses yang kamu lalui bersama seseorang yang masih kamu ingat dengan sangat. Perjalanan waktu 7 tahun bukan hal yang mudah memang, dan aku yang baru saja datang ini seperti orang bodoh yang tidak mengerti bagaimana kamu dan isi kehidupanmu. Seharunya, waktu kamu bilang "cintaku habis di masa lalu" aku mundur dan sadar bahwa akan ada banyak hal pahit jika aku terus melangkah maju. Seharusnya, aku tidak membuka pintu i...

Perjalanan manusia seperempat abad

Pada perjalanan manusia yang semakin dewasa , katanya kita akan semakin sering melalui hal-hal pahit sendirian. Berdampingan dengan banyaknya sesak yang menumpuk di ambang malam hingga pagi menjelang. Perihal banyaknya mimpi yang gagal, harapan yang usang, pun realita yang semakin menyesakan. Ironisnya, orang dewasa seringkali dilarang untuk merayakan kesedihan dan kehilangan. Kita dipaksa untuk merayakannya sendirian di dalam selimut di kamar penuh kerahasiaan. “Mengapa harus menangis sendirian?” diriku berumur 7 tahun bertanya dengan lugu “Aku pernah membagi duka, namun dunia malah menghakimi. Katanya, luka mereka lebih menganga ketimbang luka yang kumiliki”. Aku di umur 7 tahun, tak pernah berpikir bahwa menjadi manusia dewasa akan seberat ini. Menganggap gagal hanya untuk bisa menjadi manusia yang sesungguhnya. Gagal dalam mencapai harapan yang dulu kita cita-citakan. Merasa tertinggal dari banyaknya pencapaian orang-orang pada umumnya. Pada deretan angka yang semakin ber...