Dulu kamu pernah bilang “Kalo ada yang lebih baik dari aku, sama dia aja gapapa” makanya aku coba untuk membuka hati untuk yang lain. Meskipun hasilnya nihil, aku akan tetap membukanya.
Hingga pada akhirnya malah kamu yang lebih dulu punya pilihan lain selain aku dan aku pura-pura ga tau. Sekarang kamu bilang “kasih aku kesempatan sekali lagi” “aku pastikan cintanya setara” “ayo berjuang dari nol bareng-bareng”
Tapi maaf, aku udah cape. Capee banget. Energiku rasanya udah terkuras dengan banyak hal yang terjadi selama kita kenal. Rasanya udah cukup aku ngerasain sakitnya sendirian hingga aku bertanya-tanya “apa aku tidak selayak itu untuk dicintai dan dihargai?”
Ma, ternyata mencintai dan tidak dihargai itu rasa sakitnya membekas ya? Hingga aku takut untuk melangkah lagi. Ma, ternyata aku setidak layak itu ya untuk sekedar mendapatkan cinta yang setara?
Ma, jika saja aku bisa memilih kepada siapa aku bisa jatuh cinta. Aku ingin menaruh cinta ini sepenuhnya hanya kepadamu dan akan ku bumihanguskan sisanya. Agar tidak lagi ada bagian untuk kesia-siaan yang tidak dihargai.
Maka, selamat menaruh pilihanmu untuk seseorang yang lain. Selamat mengarungi perasaan bersama pilihanmu yang lain. Aku akan tetap tutup mata seakan aku tidak tahu apa-apa.
Percayalah, aku sudah sangat hafal bagaimana cara untuk meredam perasaan ini agar lebih rapi dan tidak berisik. Selamat menuai cinta bersama seseorang yang kau temui di belakangku.
Comments
Post a Comment