Di dunia yang luas ini, entah kenapa aku harus mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. Nampak bodoh emang, tapi aku bisa apa? Menjatuhkan hati kepadamu bukan sebuah pilihan, sebab semuanya terjadi di luar kendaliku.
Aku mencintai segala rumit yang ada dalam kepalamu. Mencintai sesuatu yang tidak orang lain lihat dengan semestinya.
Sayangnya, aku tidak setabah itu dalam memahami kenyataan. Aku tidak sekuat itu untuk melihat nanar mata yang masih lekat menyimpan masa lalu.
Kamu sudah melalui banyak hal, bertumbuh, hancur, lalu terbentuk lagi. Proses yang kamu lalui bersama seseorang yang masih kamu ingat dengan sangat. Perjalanan waktu 7 tahun bukan hal yang mudah memang, dan aku yang baru saja datang ini seperti orang bodoh yang tidak mengerti bagaimana kamu dan isi kehidupanmu.
Seharunya, waktu kamu bilang "cintaku habis di masa lalu" aku mundur dan sadar bahwa akan ada banyak hal pahit jika aku terus melangkah maju.
Seharusnya, aku tidak membuka pintu itu. Seharusnya aku abaikan ketukan-ketukan itu. Sebab rasanya, menerima tamu yang masih mengantongi banyak memori masa lalu yang tidak sengaja tumpah ini, akhirnya membuat aku jauh lebih tersadar.
Pun jika ada aku di dalamnya, mungkin itu hanya serpihan kecil yang hampir terhimpit lalu terjatuh terabaikan. Aku tidak memiliki tempat. Aku masih menjadi seorang perempuan naas yang memeras rasa sesaknya sendirian.
Untuk kamu yang masih ingin berusaha untuk menjelaskan, aku rasa semuanya sudah cukup jelas dan cukup aku pahami. Kamu yang entah bisa atau tidak untuk melupakannya, dan aku yang berusaha untuk berjalan mundur dengan mengemas harapan yang sempat kau tawarkan.
Katanya, Tuhan tidak akan mempertemukan seseorang tanpa ada sebab. Termasuk bertemu dengan kamu yang membuat aku menjadi paham bahwa "Sebesar apapun cinta kita, seluas apapun tabah kita, akan tetap kalah dengan masa lalumya yang sudah memberikan banyak hal dalam proses kehidupanmu dulu"
Selamat merayakan kekalahan.
Comments
Post a Comment