Skip to main content

Bukan untuk berhenti

Kalian pernah gak sih merasa sendiri? bener-bener sendiri? Padahal kita sadar, bahwa teman kita banyak, sangat banyak. Tapi, ada saat ketika semua itu mendadak menjadi nol. Fase ketika bangun tidur dengan banyaknya harapan, lalu terlelap tidur dengan banyaknya kesedihan. Usia yang sudah bukan lagi belasan, bukan lagi hanya untuk main-main, semua terasa jauh lebih berat pun menyesakan. Seperti ingin hilang lalu menguap begitu saja hahaha… menertawakan diri sendiri dari segala pilu yang sedang dihadapi.

Kamu yang sedang pontang-panting mencari pekerjaan, aku paham bagaimana sulitnya menjadi sabar. Ketika hidup haruslah tetaplah berjalan dengan segala rupiah yang harus tetap ada.

Kamu yang sedang patah hati, aku paham bagaimana rasanya tersakiti berulang kali. Kehilangan rasa percaya seketika, lantas mengulas luka yang amat nyata.

Kamu yang sedang rapuh sebab ditinggalkan ayah atau ibu, tabahlah. Aku paham bagaimana rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang amat berarti untuk separuh bahkan seluruh kehidupanmu.

Kamu yang sedang merasa kalah sebab apa yang kamu harapkan, kini telah usai lantas kau tidak mendapatkan apa-apa. Berdirilah, semua belum benar-benar berakhir.

Kamu yang sedang merasa lelah sebab tugas-tugas yang kian menumpuk, skripsi yang tidak ada kemajuan, sedang beban semakin mengejar kemudian. Kuatlah dan bertahanlah, jangan kalah. Kau hanya perlu jeda.

Kamu yang sedang melewati banyaknya masalah keluarga, sahabat, pekerjaan, pasangan atau apa pun itu, aku paham bagaimana rasanya harus memutar pikiran dan ego untuk menemukan jalan keluar yang mungkin amat pelik untuk ditemukan.

 

Untuk kamu yang sedang membaca ini, tetaplah menjadi kamu yang menyenangkan. Meski aku tahu, sebuah ujian dan rintangan hidup mungkin sedang bergerumul dalam pikiran juga hatimu. Kau perlu jeda dari berpikir terlalu keras, dari sedih yang berkepanjangan, dari perjuangan yang melelahkan, dan dari dendam yang menyesakan. Tolong, hentikan usahamu dalam menyalahkan diri sendiri terhadap keputusanmu di masa lalu. Kau hanya perlu belajar dari itu, bukan malah memaki diri hingga lupa menghargai diri sendiri.

 

Setelah itu, kau harus kembali berdiri dengan kaki yang sudah menompang segala badai kehidupanmu selama ini. Pikirkan tentang banyaknya harapan dan mimpi yang selama ini ada di kepalamu. Kamu harus yakin, bahwa hidup masihlah panjang. Kamu akan mendapatkan apa yang selama ini kamu harapkan. Pekerjaan baru, pasangan yang jauh lebih baik, keluarga yang harmonis, sahabat yang baik, dan hidup yang jauh lebih cerah dan bahagia.

Jangan pernah takut untuk dikatakan sebagai orang gagal yang tidak memiliki kemampuan. Sebab, hanya dirimu sendirilah yang paham apa dan bagaiamana potensimu. Dan kamu sendirilah yang paling mengerti perkara seberapa kuatnya kamu berjuang selama ini.

Percayalah, aku dan kamu bisa melewati semua ini dengan segala tabah yang tidak membuat kita kalah. Teruslah berjuang, jika lelah maka rehatlah sejenak. Sebab lelah bukan berarti kita lemah. Setelah ini kita berjuang lagi, ya? Hidup masih panjang. Jalani setiap rintangan yang ada, perlahan namun pasti kita akan tumbuh menjadi seseorang yang amat hebat dalam menyelesaikan segala rintangan.  Selamat berjuang untuk hari ini, esok dan selanjutnya…

Comments

  1. Nuhun Yul, akhir² saya merasa kalah oleh dunia. Optimisme yang ada dalam diri mulai tergerus, sedih merasa tak jadi apa².

    ReplyDelete
  2. Wahhhh mantep tehh,serasa tidur di banjur air sa Torn,nuhun tehh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Memulai Kembali

Sadar atau tidak, kita seringkali diperbudak oleh pencapaian orang lain. Merasa harus lebih kuat lagi dalam bertahan, merasa harus lebih keras lagi dalam berjuang hanya karena kamu ingin seperti orang lain.  Ingat, jalan setiap orang itu berbeda. Jangan memaksakan diri sendiri untuk bisa mencapai tujuan kepada yang bukan dirimu yang sesungguhnya. Tidak usah terburu-buru dalam memutuskan pilihan, kau perlu untuk berpikir lebih panjang lagi. Jika kamu memutuskan sesuatu hanya karena melihat orang lain, kamu akan kelelahan dalam mengejarnya. Kamu akan kehilangan diri sendiri ketika sedang bersikeras. Pada akhirnya kamu akan merasa cemas dan tidak tenang. Menyalahkan diri sendiri karena akhirnya gagal lantas merasa kalah begitu saja. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan segala ambisi yang kau punya. Semua akan terlihat berantakan, semua akan berjalan terbata-bata. Jangan merendahkan dirimu sendiri, ya? Perlu diingat, kita ini manusia. Berusaha adalalah tugas kita, sisanya adalah bagi...

Perjalanan manusia seperempat abad

Pada perjalanan manusia yang semakin dewasa , katanya kita akan semakin sering melalui hal-hal pahit sendirian. Berdampingan dengan banyaknya sesak yang menumpuk di ambang malam hingga pagi menjelang. Perihal banyaknya mimpi yang gagal, harapan yang usang, pun realita yang semakin menyesakan. Ironisnya, orang dewasa seringkali dilarang untuk merayakan kesedihan dan kehilangan. Kita dipaksa untuk merayakannya sendirian di dalam selimut di kamar penuh kerahasiaan. “Mengapa harus menangis sendirian?” diriku berumur 7 tahun bertanya dengan lugu “Aku pernah membagi duka, namun dunia malah menghakimi. Katanya, luka mereka lebih menganga ketimbang luka yang kumiliki”. Aku di umur 7 tahun, tak pernah berpikir bahwa menjadi manusia dewasa akan seberat ini. Menganggap gagal hanya untuk bisa menjadi manusia yang sesungguhnya. Gagal dalam mencapai harapan yang dulu kita cita-citakan. Merasa tertinggal dari banyaknya pencapaian orang-orang pada umumnya. Pada deretan angka yang semakin ber...

Semoga

"kok makin tua makin berat ya rasanya?" hidup emang udah kaya komedi putar, naik turun tanpa jeda. Dari segala pikulan masalah yang kau tanggung, ada banyak tepukan semangat dari orang-orang sekitar. "yuk bisa yuk? tetep kuat dan berjuang. Semangat, ya!" mereka menyemangatiku dan membiarkanku berjuang sendirian tanpa peduli bagaimana kondisiku setelahnya.  Untuk kamu yang sedang berusaha mengupayakan segala duka pilu dan beban yang lanjur kalut, beristirahatlah... Sejenak kau ambil waktu, melihat ketenangan dari belah matamu yang akhir-akhir ini terlihat sendu.  Dengarkan lagu-lagu tenang yang mungkin akan membawamu dalam kedamaian.  Setelah itu, kamu boleh kembali pada realita. Kembali dengan dirimu yang jauh lebih baik dari ini. Ingat, kamu hanya perlu menjadi diri sendiri dengan terus bertumbuh lebih baik lagi. Kita hidup untuk diri kita sendiri, selebihnya untuk mereka yang tetap ada bersama kita bagaimanapun keadaannya. Bukan egois, tapi seringkali kita diperbu...