Kalian pernah gak sih merasa sendiri? bener-bener
sendiri? Padahal kita sadar, bahwa teman kita banyak, sangat banyak. Tapi, ada
saat ketika semua itu mendadak menjadi nol. Fase ketika bangun tidur dengan
banyaknya harapan, lalu terlelap tidur dengan banyaknya kesedihan. Usia yang
sudah bukan lagi belasan, bukan lagi hanya untuk main-main, semua terasa jauh
lebih berat pun menyesakan. Seperti ingin hilang lalu menguap begitu saja
hahaha… menertawakan diri sendiri dari segala pilu yang sedang dihadapi.
Kamu yang sedang pontang-panting mencari pekerjaan,
aku paham bagaimana sulitnya menjadi sabar. Ketika hidup haruslah tetaplah
berjalan dengan segala rupiah yang harus tetap ada.
Kamu yang sedang patah hati, aku paham bagaimana
rasanya tersakiti berulang kali. Kehilangan rasa percaya seketika, lantas
mengulas luka yang amat nyata.
Kamu yang sedang rapuh sebab ditinggalkan ayah atau
ibu, tabahlah. Aku paham bagaimana rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang
amat berarti untuk separuh bahkan seluruh kehidupanmu.
Kamu yang sedang merasa kalah sebab apa yang kamu
harapkan, kini telah usai lantas kau tidak mendapatkan apa-apa. Berdirilah,
semua belum benar-benar berakhir.
Kamu yang sedang merasa lelah sebab tugas-tugas yang
kian menumpuk, skripsi yang tidak ada kemajuan, sedang beban semakin mengejar
kemudian. Kuatlah dan bertahanlah, jangan kalah. Kau hanya perlu jeda.
Kamu yang sedang melewati banyaknya masalah
keluarga, sahabat, pekerjaan, pasangan atau apa pun itu, aku paham bagaimana
rasanya harus memutar pikiran dan ego untuk menemukan jalan keluar yang mungkin
amat pelik untuk ditemukan.
Untuk kamu yang sedang membaca ini, tetaplah menjadi
kamu yang menyenangkan. Meski aku tahu, sebuah ujian dan rintangan hidup mungkin
sedang bergerumul dalam pikiran juga hatimu. Kau perlu jeda dari berpikir
terlalu keras, dari sedih yang berkepanjangan, dari perjuangan yang melelahkan,
dan dari dendam yang menyesakan. Tolong, hentikan usahamu dalam menyalahkan
diri sendiri terhadap keputusanmu di masa lalu. Kau hanya perlu belajar dari
itu, bukan malah memaki diri hingga lupa menghargai diri sendiri.
Setelah itu, kau harus kembali berdiri dengan kaki
yang sudah menompang segala badai kehidupanmu selama ini. Pikirkan tentang
banyaknya harapan dan mimpi yang selama ini ada di kepalamu. Kamu harus yakin,
bahwa hidup masihlah panjang. Kamu akan mendapatkan apa yang selama ini kamu
harapkan. Pekerjaan baru, pasangan yang jauh lebih baik, keluarga yang
harmonis, sahabat yang baik, dan hidup yang jauh lebih cerah dan bahagia.
Jangan pernah takut untuk dikatakan sebagai orang
gagal yang tidak memiliki kemampuan. Sebab, hanya dirimu sendirilah yang paham apa
dan bagaiamana potensimu. Dan kamu sendirilah yang paling mengerti perkara
seberapa kuatnya kamu berjuang selama ini.
Percayalah, aku dan kamu bisa melewati semua ini dengan segala tabah yang tidak membuat kita kalah. Teruslah berjuang, jika lelah maka rehatlah sejenak. Sebab lelah bukan berarti kita lemah. Setelah ini kita berjuang lagi, ya? Hidup masih panjang. Jalani setiap rintangan yang ada, perlahan namun pasti kita akan tumbuh menjadi seseorang yang amat hebat dalam menyelesaikan segala rintangan. Selamat berjuang untuk hari ini, esok dan selanjutnya…
Nuhun Yul, akhir² saya merasa kalah oleh dunia. Optimisme yang ada dalam diri mulai tergerus, sedih merasa tak jadi apa².
ReplyDeleteWahhhh mantep tehh,serasa tidur di banjur air sa Torn,nuhun tehh
ReplyDelete