Akan aku antarkan rindu pada setiap mata angin yang menghanyutkan
segala cemas.
Ia mengendapkan segala rindu melalui doa,
Pun ingatan yang menghantarkan pada pahatan rindu yang melebur begitu deras.
Pada mata angin yang riuh memeluk segala asa,
Aku ingin menyelam pada ketiadaan yang riak meminta ketenangan.
Aku amat menikmati rindu dengan segala ketidakmungkinan,
Meski penuh dengan terkaan dan kenangan yang riak meminta pertemuan.
Akan aku antarkan rindu pada mata angin yang menghanyutkan segala
prasangka.
Perihal kita yang selalu bertaut pada setiap cinta yang
pernah ada.
Kepada kita yang kini sudah beralih menjadi sejarah penuh
duka.
Pada doa di sepanjang malam ini, aku banyak mengisahkan tentang
pertemuan
Juga perpisahan antara aku dan kau yang kini sudah beralih
menjadi asing.
Dan aku dengan segala ingatan yang paling kuat,
perihal hari di mana kau memutuskan antara kita untuk selesai.
Aku mengingat seluruhnya dengan amat sungguh.
Meski begitu, aku akan tetap baik-baik saja,
Bahkan perihal bahagiamu saja masih aku do'akan dengan baik.
Kini tidak ada lagi cerita baru, yang ada hanya sepenggal kisah tentang rindu yang tiada menemukan jalan pulang.
Comments
Post a Comment