Skip to main content

Usai

Kita saling menunggu,
Saling menyimpan sesuatu
Namun enggan memberitahu.
Hingga pada akhirnya kita saling diam dalam sapaan.
Rasanya, menunggu saja sudah cukup melelahkan.

Apalagi jika mengejar dengan arah yang entah akan berujung impas atau ikhlas.
Atau mungkin kehilangan adalah jalan terakhir dari penantian?
Kita yang selama ini nampak dekat
nyatanya, aku tak pernah memiliki tempat.
Sebab, aku tak memiliki kuasa untuk menjadi rumah dari segala pulangmu,
Kuasaku hanya sebatas mendengarkan ceritamu saja,
selebihnya kau bagikan dengan seseorang yang mungkin kau anggap segalanya.

meski aku tahu;
hanya aku yang memiliki perasaan ganjil ini, sendirian. 
Entah apa kabar perasaanmu.
Sebab aku takut untuk sekadar menerka prasangka perasaanmu. 

Namun percayalah, aku sudah menyiapkan satu porsi tabah yang tak kalah besar dari setiap harapan yang aku dekap dalam-dalam.
Selepas dari jarak yang memisahkan kita, kepala dan hatiku kini tumbuh layaknya hutan rimba yang dipenuhi belantara rindu bayanganmu. 
Sore ini hujan nampak lebat. Beruntunglah, aku masih tetap utuh dengan mata yang sedikit sendu. 
Sebab seringkali rintik hujan memecah tangis yang luar biasa. 
Bilamana nanti malam kembali turun hujan, maka izinkan aku untuk berdoa di hadapan Tuhan dengan menyebut namamu di dalamnya. 
Biarkan aku menelanjangi segala ingatan tentang kita yang pernah dekat, pernah bersua berdua, menikmati banyaknya dialog tanpa jemu. 

Mari, kita nikmati jalan kita masing-masing. 
aku akan berbenah diri dari harapan yang telah usai, dan kamu akan tetap berjalan dengan segala pilihan yang kau tentukan. 

Comments

Popular posts from this blog

Bukan untuk berhenti

Kalian pernah gak sih merasa sendiri? bener-bener sendiri? Padahal kita sadar, bahwa teman kita banyak, sangat banyak. Tapi, ada saat ketika semua itu mendadak menjadi nol. Fase ketika bangun tidur dengan banyaknya harapan, lalu terlelap tidur dengan banyaknya kesedihan. Usia yang sudah bukan lagi belasan, bukan lagi hanya untuk main-main, semua terasa jauh lebih berat pun menyesakan. Seperti ingin hilang lalu menguap begitu saja hahaha… menertawakan diri sendiri dari segala pilu yang sedang dihadapi. Kamu yang sedang pontang-panting mencari pekerjaan, aku paham bagaimana sulitnya menjadi sabar. Ketika hidup haruslah tetaplah berjalan dengan segala rupiah yang harus tetap ada. Kamu yang sedang patah hati, aku paham bagaimana rasanya tersakiti berulang kali. Kehilangan rasa percaya seketika, lantas mengulas luka yang amat nyata. Kamu yang sedang rapuh sebab ditinggalkan ayah atau ibu, tabahlah. Aku paham bagaimana rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang amat berarti untuk separuh...

Merayakan Kekalahan

Di dunia yang luas ini, entah kenapa aku harus mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. Nampak bodoh emang, tapi aku bisa apa? Menjatuhkan hati kepadamu bukan sebuah pilihan, sebab semuanya terjadi di luar kendaliku.  Aku mencintai segala rumit yang ada dalam kepalamu. Mencintai sesuatu yang tidak orang lain lihat dengan semestinya.  Sayangnya, aku tidak setabah itu dalam memahami kenyataan. Aku tidak sekuat itu untuk melihat nanar mata yang masih lekat menyimpan masa lalu. Kamu sudah melalui banyak hal, bertumbuh, hancur, lalu terbentuk lagi. Proses yang kamu lalui bersama seseorang yang masih kamu ingat dengan sangat. Perjalanan waktu 7 tahun bukan hal yang mudah memang, dan aku yang baru saja datang ini seperti orang bodoh yang tidak mengerti bagaimana kamu dan isi kehidupanmu. Seharunya, waktu kamu bilang "cintaku habis di masa lalu" aku mundur dan sadar bahwa akan ada banyak hal pahit jika aku terus melangkah maju. Seharusnya, aku tidak membuka pintu i...

Jadi, masih mau bertahan, kan?

Halo, apa kabar? Gimana hari ini? Seneng? Cape? Gak apa-apa, semua hal buruk yang kamu lewatin hari ini gak akan selamanya, kok. Cape? Istirahat, ya. Seandainya sekarang kamu lagi ngerasain sedih, marah, kecewa atau apapun itu, semuanya wajar. Kamu boleh nangis dan bersedih, tapi janji ya gak lama-lama?  Perlu kamu ingat, hidup tidak melulu tentang pencapaian, mendapatkan sesuatu yang kau inginkan tidak akan selalu bergaris pada harapan. Melainkan tentang bagaimana kamu bisa menerima, melepaskan dan mengikhlaskan. Meski hidup terbata-bata, semuanya akan terus berjalan, sayang. Kamu enggak harus berlari untuk mencapai garis itu. Pelan juga engga apa-apa, kok. Semua akan sampai pada waktu yang tepat.  Tanpa kamu sadari, dirimu sudah mencapai titik hebat di luar dugaanmu. Kamu bisa bertahan di titik ini, dan tidak mengambil langkah untuk menyerah. Selama ini, kamu hanya takut akan rasa kecewa karena garis-garis mimpi yang sudah kau susun bisa gagal seketika. Padahal, semua ketaku...