Jika malam ini ada ketukan
Maka bukalah kedua matamu
Sertakan secangkir kopi
Lalu ajaklah ia berbincang
Tapi jika ketukannya beribu
Sepertinya ia pilu
Habis berjuta cangkir pun
Ia tak akan mengerti dengan rasa yang mengganggu
Perlu kau tau, Tuan ...
Diantara kopi juga pilu nan alur yang semu
Ia sembab dan hanya sisihkan gelisah
Mungkin begini keluhnya
Beribu rasa sakit namun tanpa darah
Berjuta iri pada Matahari yang kian selalu mengikuti para hamparan awan yang berlari dengan sejuta mimpi
Bermilyar detik yang ia sesali akan tiada cahaya saat ia kembali
Dan bertrilyun nafas yang mati saat ia terjaga di gelapnya pagi
Maka bukalah kedua matamu
Sertakan secangkir kopi
Lalu ajaklah ia berbincang
Tapi jika ketukannya beribu
Sepertinya ia pilu
Habis berjuta cangkir pun
Ia tak akan mengerti dengan rasa yang mengganggu
Perlu kau tau, Tuan ...
Diantara kopi juga pilu nan alur yang semu
Ia sembab dan hanya sisihkan gelisah
Mungkin begini keluhnya
Beribu rasa sakit namun tanpa darah
Berjuta iri pada Matahari yang kian selalu mengikuti para hamparan awan yang berlari dengan sejuta mimpi
Bermilyar detik yang ia sesali akan tiada cahaya saat ia kembali
Dan bertrilyun nafas yang mati saat ia terjaga di gelapnya pagi
Collaboration ryhme by Ink. Mavia. Art and Me - July 2017
Comments
Post a Comment