Skip to main content

Kepada, Ir.

Ir, kita hanya sekadar dua orang asing yang rajin saling melihat unggahan cerita di sosial media. Kita tidak lebih dari itu. Mungkin, kamu akan sedikit bingung, kenapa aku bisa menyukai seseorang yang bahkan saling menyapapun tidak pernah. 

Ir, perasaan ini ada sejak dua atau tiga tahun lalu, tanpa alasan dan entah kenapa. Semua ada sejak aku sadar “eh kalo gak salah aku sama dia followan deh di Instagram”. Sejak itu, pertemuan yang tidak sengaja selalu nampak tanpa diminta dan dicari. 

Meski aku tahu, hanya aku yang menyadarinya. 

Hingga hari ini perasaan itu tetap ada, bodoh memang.. ketika aku memilih untuk diam, sebab aku takut jika akhirnya perasaan ini akan merubah keadaan menjadi lebih buruk. Aku takut, aku terlalu pengecut untuk ini. Maaf, perasaan ini sulit aku redam meski sudah menahun. 

Aku cukup tau diri. Cukup tau bagaimana kapasitas aku yang hanya sekadar orang asing di hidup kamu. Oleh sebab itu, aku tidak akan meminta apapun dari kamu. Tidak akan meminta jawaban atau balasan. Aku hanya ingin melepaskan segala perasaan yang sudah bertahun-tahun ini terus mendekam erat sendirian. 

Jika setelah membaca ini kamu merasa bahwa aku ini bodoh dan gila, maka itu benar adanya. Sebab, bagaimana bisa dua orang yang belum pernah saling bersapa bisa menjatuhkan hati tanpa alasan begitu saja.

Bahagia dan sehat selalu ya. Dengan siapapun kamu hidup, tolong berbahagialah dengan baik. Doaku tidak akan padam, berhenti atau berjeda.

Comments

Popular posts from this blog

Bukan untuk berhenti

Kalian pernah gak sih merasa sendiri? bener-bener sendiri? Padahal kita sadar, bahwa teman kita banyak, sangat banyak. Tapi, ada saat ketika semua itu mendadak menjadi nol. Fase ketika bangun tidur dengan banyaknya harapan, lalu terlelap tidur dengan banyaknya kesedihan. Usia yang sudah bukan lagi belasan, bukan lagi hanya untuk main-main, semua terasa jauh lebih berat pun menyesakan. Seperti ingin hilang lalu menguap begitu saja hahaha… menertawakan diri sendiri dari segala pilu yang sedang dihadapi. Kamu yang sedang pontang-panting mencari pekerjaan, aku paham bagaimana sulitnya menjadi sabar. Ketika hidup haruslah tetaplah berjalan dengan segala rupiah yang harus tetap ada. Kamu yang sedang patah hati, aku paham bagaimana rasanya tersakiti berulang kali. Kehilangan rasa percaya seketika, lantas mengulas luka yang amat nyata. Kamu yang sedang rapuh sebab ditinggalkan ayah atau ibu, tabahlah. Aku paham bagaimana rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang amat berarti untuk separuh...

Merayakan Kekalahan

Di dunia yang luas ini, entah kenapa aku harus mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. Nampak bodoh emang, tapi aku bisa apa? Menjatuhkan hati kepadamu bukan sebuah pilihan, sebab semuanya terjadi di luar kendaliku.  Aku mencintai segala rumit yang ada dalam kepalamu. Mencintai sesuatu yang tidak orang lain lihat dengan semestinya.  Sayangnya, aku tidak setabah itu dalam memahami kenyataan. Aku tidak sekuat itu untuk melihat nanar mata yang masih lekat menyimpan masa lalu. Kamu sudah melalui banyak hal, bertumbuh, hancur, lalu terbentuk lagi. Proses yang kamu lalui bersama seseorang yang masih kamu ingat dengan sangat. Perjalanan waktu 7 tahun bukan hal yang mudah memang, dan aku yang baru saja datang ini seperti orang bodoh yang tidak mengerti bagaimana kamu dan isi kehidupanmu. Seharunya, waktu kamu bilang "cintaku habis di masa lalu" aku mundur dan sadar bahwa akan ada banyak hal pahit jika aku terus melangkah maju. Seharusnya, aku tidak membuka pintu i...

Jadi, masih mau bertahan, kan?

Halo, apa kabar? Gimana hari ini? Seneng? Cape? Gak apa-apa, semua hal buruk yang kamu lewatin hari ini gak akan selamanya, kok. Cape? Istirahat, ya. Seandainya sekarang kamu lagi ngerasain sedih, marah, kecewa atau apapun itu, semuanya wajar. Kamu boleh nangis dan bersedih, tapi janji ya gak lama-lama?  Perlu kamu ingat, hidup tidak melulu tentang pencapaian, mendapatkan sesuatu yang kau inginkan tidak akan selalu bergaris pada harapan. Melainkan tentang bagaimana kamu bisa menerima, melepaskan dan mengikhlaskan. Meski hidup terbata-bata, semuanya akan terus berjalan, sayang. Kamu enggak harus berlari untuk mencapai garis itu. Pelan juga engga apa-apa, kok. Semua akan sampai pada waktu yang tepat.  Tanpa kamu sadari, dirimu sudah mencapai titik hebat di luar dugaanmu. Kamu bisa bertahan di titik ini, dan tidak mengambil langkah untuk menyerah. Selama ini, kamu hanya takut akan rasa kecewa karena garis-garis mimpi yang sudah kau susun bisa gagal seketika. Padahal, semua ketaku...