Skip to main content

Tuhan kok gak adil?

Pernah ga sih kalian ngerasa hidup kalian gak adil? mempertanyakan kepada Tuhan kenapa kamu lagi-lagi diberikan ujian yang sedemikian rupa membuat kalian terseret pedih hingga berdarah-darah menyelesaikan semua ujian itu? 
Sebagai manusia biasa, hal ini mungkin saja terjadi. Dulu aku sering banget mempertanyakan ini, kenapa Tuhan ga adil? tapi, perlahan lambat laun aku membalikan pertanyaan itu. 

"membalikan? membalikan gimana?"

Aku bertanya balik pada diri aku sendiri, apakah aku sendiri sudah berlaku adil terhadap diri sendiri? jangan-jangan malah kita sendiri yang bikin semuanya berasa ga adil. Misal, ketika kita sibuk-sibuknya sama dunia kita, sibuk dengan segala aktivitas, aktif sana sini dan akhirnya ketika suatu hari kita dapet masalah, dapet ujian baru deh kita melontarkan pertanyaan "Kok Tuhan gak adil sih sama aku? ngasih ujian blablabla"
Padahal kemarin-kemarin kamu sibuk bercumbu dengan duniamu hingga lupa pada Tuhan yang sebenarnya maha pemberi nikmat yang udah ngasih kesehatan, ide, rezeki lahir bathin, kehangatan dan masih banyak lagi. 

Itu yang perlu kita sadari, bahwa Tuhan itu gak pernah salah, kitanya saja yang sering kali lalai untuk bersyukur lalu mengingat apa-apa saja yang sudah menjadi kewajiban kita terhadap Tuhan.

"tapi, aku ibadah ga pernah kelewat kok, ujian tetep aja ada"

awal-awal usia kita masih dibilang labil, hal ini kerap menjadi pertanyaan juga. Namun, ketika usia mendorong kita untuk berpikir jauh lebih dewasa lagi maka ada yang perlu kita sadari. Setiap ujian yang kita hadapi pasti menanggalkan pelajaran di dalamnya. Entah itu kekuatan bathin, kemandirian diri, atau bahkan mampu berpikir lebih matang lagi dalam berbagai langkah.

Tuhan ingin menjadikan pribadi kita yang menjadi lebih kuat lagi, sebab tidak ada pribadi yang kuat dan hebat tanpa struggle yang sangat besar. Percayalah, kita hanya perlu bersyukur, memaafkan diri sendiri lalu memperbaiki diri secara perlahan. Aku selalu yakin, jika aku bisa, kalian juga bisa. 



Hatur Nuhun 😘

Comments

Popular posts from this blog

Bukan untuk berhenti

Kalian pernah gak sih merasa sendiri? bener-bener sendiri? Padahal kita sadar, bahwa teman kita banyak, sangat banyak. Tapi, ada saat ketika semua itu mendadak menjadi nol. Fase ketika bangun tidur dengan banyaknya harapan, lalu terlelap tidur dengan banyaknya kesedihan. Usia yang sudah bukan lagi belasan, bukan lagi hanya untuk main-main, semua terasa jauh lebih berat pun menyesakan. Seperti ingin hilang lalu menguap begitu saja hahaha… menertawakan diri sendiri dari segala pilu yang sedang dihadapi. Kamu yang sedang pontang-panting mencari pekerjaan, aku paham bagaimana sulitnya menjadi sabar. Ketika hidup haruslah tetaplah berjalan dengan segala rupiah yang harus tetap ada. Kamu yang sedang patah hati, aku paham bagaimana rasanya tersakiti berulang kali. Kehilangan rasa percaya seketika, lantas mengulas luka yang amat nyata. Kamu yang sedang rapuh sebab ditinggalkan ayah atau ibu, tabahlah. Aku paham bagaimana rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang amat berarti untuk separuh...

Merayakan Kekalahan

Di dunia yang luas ini, entah kenapa aku harus mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. Nampak bodoh emang, tapi aku bisa apa? Menjatuhkan hati kepadamu bukan sebuah pilihan, sebab semuanya terjadi di luar kendaliku.  Aku mencintai segala rumit yang ada dalam kepalamu. Mencintai sesuatu yang tidak orang lain lihat dengan semestinya.  Sayangnya, aku tidak setabah itu dalam memahami kenyataan. Aku tidak sekuat itu untuk melihat nanar mata yang masih lekat menyimpan masa lalu. Kamu sudah melalui banyak hal, bertumbuh, hancur, lalu terbentuk lagi. Proses yang kamu lalui bersama seseorang yang masih kamu ingat dengan sangat. Perjalanan waktu 7 tahun bukan hal yang mudah memang, dan aku yang baru saja datang ini seperti orang bodoh yang tidak mengerti bagaimana kamu dan isi kehidupanmu. Seharunya, waktu kamu bilang "cintaku habis di masa lalu" aku mundur dan sadar bahwa akan ada banyak hal pahit jika aku terus melangkah maju. Seharusnya, aku tidak membuka pintu i...

Jadi, masih mau bertahan, kan?

Halo, apa kabar? Gimana hari ini? Seneng? Cape? Gak apa-apa, semua hal buruk yang kamu lewatin hari ini gak akan selamanya, kok. Cape? Istirahat, ya. Seandainya sekarang kamu lagi ngerasain sedih, marah, kecewa atau apapun itu, semuanya wajar. Kamu boleh nangis dan bersedih, tapi janji ya gak lama-lama?  Perlu kamu ingat, hidup tidak melulu tentang pencapaian, mendapatkan sesuatu yang kau inginkan tidak akan selalu bergaris pada harapan. Melainkan tentang bagaimana kamu bisa menerima, melepaskan dan mengikhlaskan. Meski hidup terbata-bata, semuanya akan terus berjalan, sayang. Kamu enggak harus berlari untuk mencapai garis itu. Pelan juga engga apa-apa, kok. Semua akan sampai pada waktu yang tepat.  Tanpa kamu sadari, dirimu sudah mencapai titik hebat di luar dugaanmu. Kamu bisa bertahan di titik ini, dan tidak mengambil langkah untuk menyerah. Selama ini, kamu hanya takut akan rasa kecewa karena garis-garis mimpi yang sudah kau susun bisa gagal seketika. Padahal, semua ketaku...