Skip to main content

Tanpa Judul

Hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu akan berdampak hingga kapanpun. Hal ini tuh kerasa banget, makin kesini bukannya lupa, malah semakin nampak jelas. Ada banyak ketakutan untuk sekadar mengenal orang baru. Takut tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan, takut tidak diterima dengan apa yang kupunya. Berat banget rasanya. 

Kenapa perasaan itu ada? karena aku pernah, bahkan berkali-kali tidak diterima dengan baik oleh lingkungan karena fisik yang tidak menarik. Berkali kali aku harus menelan semua yang aku terima bertahun-tahun. Setiap kali aku mendapatkan "omongan jahat" itu, aku selalu menerimanya dengan pasrah dan sadar diri. Speak up? ah rasanya akan sulit, yang ada nanti malah dibilang baperan hehe

diteriakin jelek, ga diajak, gaada tebengan, atau bahkan obrolan yang mengarah tentang fisik yang tidak menrik inilah yang aku terima dari tahun ke tahun. Capek rasanya, sebelum tidur selalu kebayang masa-masa itu, suara-suaranya masih berisik dalam kepala. Bahkan masih nampak jelas dari setiap kejadiannya.

"Babaturan didinya gareulis kabeh, naha maneh henteu?" (ini diucapkan berulang-ulang oleh orang yang berbeda)
"urang ngabonceng sieta we ah nu geulis"
"Emang aya kitu nu daek jeng maneh?"
"Aku tuh selama ini ngebandingin kamu sama si itu, ya aku pilih temen kamu dong yg lebih baik (menarik)"
dan masih banyak lagi, termasuk teriakan teriakan dengan nama hewan yang disematkan sebagai nama panggilanku.

Sekali lagi, hal kaya gini terjadi berulang kali dan bertahun-tahun. 

Makanya, banyak banget yang nanya dan bahkan mereka ga percaya kalo aku bertahun-tahun gak deket sama siapapun. Bahkan chatan sama cowok yang dalam konteks deep talk, pdkt atau apa tuh hampir engga. Rasa takut dalam hal ini tuh gede banget. Sampe sering banget aku nanya sama diri sendiri "Emang ada ya orang yang mau menerima aku apa adanya?" 

Aku pengen banget minta maaf sama beberapa orang yang pernah aku abaikan. Aku tau pasti rasa kesel ke aku pasti ada banget. Tapi, aku juga udah berusaha buat bisa menerima diri sendiri, tapi susah. Orang mungkin akan beranggapan bahwa ini berlebihan dan aku terlalu lemah ngadepinnya. Terserah, ini aku ngetik aja sambil nangis. 

Bayangannya masih sangat jelas, omongan yang aku dapetin bertahun-tahun ini tuh 90% keluar dari mulut laki-laki. Itu sebabnya, sampe saat ini masih sangat takut untuk bisa menerima diri sendiri dan selalu merasa takut untuk bisa mengenal laki-laki baru dalam kehidupan yang nyatanya sangat keras ini.

Semoga kita bisa segera pulih dari hal-hal buruk yang sedang kita lalui ini.

Comments

Popular posts from this blog

Bukan untuk berhenti

Kalian pernah gak sih merasa sendiri? bener-bener sendiri? Padahal kita sadar, bahwa teman kita banyak, sangat banyak. Tapi, ada saat ketika semua itu mendadak menjadi nol. Fase ketika bangun tidur dengan banyaknya harapan, lalu terlelap tidur dengan banyaknya kesedihan. Usia yang sudah bukan lagi belasan, bukan lagi hanya untuk main-main, semua terasa jauh lebih berat pun menyesakan. Seperti ingin hilang lalu menguap begitu saja hahaha… menertawakan diri sendiri dari segala pilu yang sedang dihadapi. Kamu yang sedang pontang-panting mencari pekerjaan, aku paham bagaimana sulitnya menjadi sabar. Ketika hidup haruslah tetaplah berjalan dengan segala rupiah yang harus tetap ada. Kamu yang sedang patah hati, aku paham bagaimana rasanya tersakiti berulang kali. Kehilangan rasa percaya seketika, lantas mengulas luka yang amat nyata. Kamu yang sedang rapuh sebab ditinggalkan ayah atau ibu, tabahlah. Aku paham bagaimana rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang amat berarti untuk separuh...

Merayakan Kekalahan

Di dunia yang luas ini, entah kenapa aku harus mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. Nampak bodoh emang, tapi aku bisa apa? Menjatuhkan hati kepadamu bukan sebuah pilihan, sebab semuanya terjadi di luar kendaliku.  Aku mencintai segala rumit yang ada dalam kepalamu. Mencintai sesuatu yang tidak orang lain lihat dengan semestinya.  Sayangnya, aku tidak setabah itu dalam memahami kenyataan. Aku tidak sekuat itu untuk melihat nanar mata yang masih lekat menyimpan masa lalu. Kamu sudah melalui banyak hal, bertumbuh, hancur, lalu terbentuk lagi. Proses yang kamu lalui bersama seseorang yang masih kamu ingat dengan sangat. Perjalanan waktu 7 tahun bukan hal yang mudah memang, dan aku yang baru saja datang ini seperti orang bodoh yang tidak mengerti bagaimana kamu dan isi kehidupanmu. Seharunya, waktu kamu bilang "cintaku habis di masa lalu" aku mundur dan sadar bahwa akan ada banyak hal pahit jika aku terus melangkah maju. Seharusnya, aku tidak membuka pintu i...

Jadi, masih mau bertahan, kan?

Halo, apa kabar? Gimana hari ini? Seneng? Cape? Gak apa-apa, semua hal buruk yang kamu lewatin hari ini gak akan selamanya, kok. Cape? Istirahat, ya. Seandainya sekarang kamu lagi ngerasain sedih, marah, kecewa atau apapun itu, semuanya wajar. Kamu boleh nangis dan bersedih, tapi janji ya gak lama-lama?  Perlu kamu ingat, hidup tidak melulu tentang pencapaian, mendapatkan sesuatu yang kau inginkan tidak akan selalu bergaris pada harapan. Melainkan tentang bagaimana kamu bisa menerima, melepaskan dan mengikhlaskan. Meski hidup terbata-bata, semuanya akan terus berjalan, sayang. Kamu enggak harus berlari untuk mencapai garis itu. Pelan juga engga apa-apa, kok. Semua akan sampai pada waktu yang tepat.  Tanpa kamu sadari, dirimu sudah mencapai titik hebat di luar dugaanmu. Kamu bisa bertahan di titik ini, dan tidak mengambil langkah untuk menyerah. Selama ini, kamu hanya takut akan rasa kecewa karena garis-garis mimpi yang sudah kau susun bisa gagal seketika. Padahal, semua ketaku...