Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata “Pandemi?” Pandemi seringkali mengingatkan kita banyak hal, termasuk kesulitan. Kesulitan di masa pandemi menanggalkan banyak cerita duka dari berbagai kalangan. Menurut data yang dipublikasikan oleh Tempo.co bahwa jumlah pekerja yang terkena PHK selama bulan Juni 2020 telah mencapai 3,05 juta. Namun, rilis terbaru yang dikeluarkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) jumlah pekerja yang di PHK terdapat 24 juta sampai dengan tanggal 9 Agustus 2021.
Hal tersebut berakibat
terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di desa maupun di kota. Tidak sedikit
masyarakat yang masih memilki finasial yang
stabil ikut urun tangan untuk saling membantu satu sama lain. Berbagai donasi
dari berbagai komunitas maupun pribadi ini lahir untuk semua orang yang layak
untuk dibantu. Tidak terbatas oleh perbedaan apapun.
Pandemi ini sekaligus menguji kepekaan kita terhadap sesama,
sekaligus menjadikan kita untuk lebih mengerti, bahwa apa yang kita miliki
sudah semestinya kita bagi kepada mereka yang kekurangan bahkan kehilangan
penghidupan. Tuhan tidak serta merta tidak mencatat kebaikan jika kita berbagi
kepada mereka yang berbeda dengan kita.
Seperti yang dilakukan oleh seorang perempuan berhijab yang
berlalu-lalang di Gereja Kebangunan Kalam Allah Jemaat Palu, di Jalan
Pattimura, Palu. Ia bergabung dengan Tim Relawan yang bertugas untuk
mensterilkan tempat ibadah umat Kristiani. Beralih ke Ambon, pemuda-pemuda kristen
dengan kompak menjaga Masjid Raya Al Fatah Ambon dan Masjid Agung Annur Batu
Merah pada saat umat islam tengah melaksanakan sholat ied. Dua hal tersebut
tentu sebuah kedamaian yang saat ini kita butuhkan. Di tengah pandemi yang mematahkan
harapan banyak orang.
Di tengah pandemi yang kian tak berkesudahan ini kita perlu
merefleksikan nilai-nilai positif untuk meningkatkan keyakinan diri bahwa
semuanya akan berangsur pulih. Pandemi ini juga banyak merubah tatanan
kehidupan yang tidak biasa. Dalam kondisi dan keadaan yang berat ini, kita
perlu saling menguatkan satu sama lain. Kita perlu membuka pikiran dan menerima
segala perbedaan yang ada.
Dalam upaya menumbuhkan toleransi yang tinggi, akun instagram
@humanis_id menggagas kampanye yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa toleransi
dan solidaritas di tengah kalutnya pandemi. Kampanye ini ditandai dengan
beredarnya tanda tagar #SalingJaga. Makna dari tanda tagar ini adalah untuk
menguatkan, meneguhkan dan memperhatikan. Tiga hal tersebut terbentuk menjadi
aksi yang menularkan kebaikan dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Hadirnya
kampanye ini membuahkan komentar positif, di mana kampanye ini diterima dengan
baik oleh banyak orang.
Dengan ini, mari kita tingkatkan sinergi untuk
mempererat tolerasi di masa panemi ini. Kita tingkatkan lagi kesadaran akan
kekuatan persaudaraan, juga sadar bahwa di masa pandemi ini kita harus
lebih percaya diri, bahwa Indonesia akan tetap baik-baik saja dengan kita yang
tidak lagi huru-hara mempermasalahkan perbedaan. Indonesia ada pada diri
kita sendiri, mencintai bangsa sendiri tidak harus muluk-muluk lakukan ini dan
itu. Cukup kita saling menghargai perbedaan satu sama lain, mengesampingkan ego
sendiri dan mari kita bangkit untuk mereka yang membutuhkan ulur tangan kita
yang masih kuat.
Sub Tema: Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit
Yulistiani Solihah
Keren banget tulisannya teh
ReplyDelete