Pada sudut malam yang mulai senyap.
Aku tidak bisa lagi menatap kepada kamu yang sudah tidak lagi ingin menetap.
Jika kau adalah angka pada delik jam,
Maka aku tidak akan menemukan kau dengan nyata.
sebab kau adalah angka fana tiga belas yang tidak akan kunjung nyata dalam harapan.
Meski senja terus membaluti rindu yang kian tak pernah padam
terus menanti seulas nama yang kian semakin tenggelam
Semua hanya sekadar ilusi, tentang senyum milikmu yang terus menolak waktu untuk mempertemukan antara aku dan keraguanku.
Kita banyak menelusuri kota dengan sepeda motor apa adanya
melewati banyaknya bangunan berbagai rupa
kita berbagi cerita dan berpapasan mata pada kaca
kau malu, aku pun malu
lalu kita tertawa.
ya, itu adalah masa lalu
semua terbelenggu
dalam jiwa yang amat pilu
harapan sudah menjadi semu
tertanam lalu berlalu
bahagialah kamu.
Jika saja diperbolehkan,
aku ingin menghilang dengan atau tanpamu
di tempat pertama kita bertemu.
Tak seharusnya aku
ReplyDeleteKehilanganmu
Tak seharusnya aku
Merindu~